Surabaya — Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik terus menjadi fokus Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya sebagai unit layanan terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) dituntut untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim, melalui kegiatan pembinaan pegawai KUA se-Kota Surabaya yang memasuki hari kedua pelaksanaannya. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai dari 15 KUA dan berlangsung dalam suasana dialogis serta penuh semangat peningkatan kualitas pelayanan.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Muslim didampingi oleh Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha, Fatkhul Mubin, serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammad Yahya. Pembinaan dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memastikan standar pelayanan KUA berjalan optimal di seluruh wilayah Kota Surabaya.
Muslim menegaskan bahwa pelayanan prima harus dimulai dari hal-hal mendasar yang sering kali luput dari perhatian. Menurutnya, kebersihan lingkungan kantor, kerapian sarana prasarana, dan kenyamanan ruang pelayanan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang cepat, nyaman, dan membahagiakan. Oleh karena itu, seluruh unsur pelayanan di KUA harus mampu menciptakan suasana yang ramah dan profesional sejak masyarakat pertama kali datang hingga seluruh proses layanan selesai diberikan.
Selain aspek fisik pelayanan, Muslim juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan. Kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis pegawai, tetapi juga oleh sikap, etika, dan komitmen dalam menjalankan tugas.

“KUA adalah wajah terdepan Kemenag. Semua lini, mulai dari kebersihan gedung, kedisiplinan, hingga keramahan petugas harus sinkron. Saya menguji Saudara-saudara ini penting agar semua petugas siap melayani dengan standar terbaik,” tegasnya.
Menariknya, pembinaan kali ini tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi. Muhammad Muslim secara langsung melakukan evaluasi dan pengujian kepada sejumlah pegawai, mulai dari penghulu baru berstatus PNS maupun PPPK, penyuluh agama, hingga petugas pelayanan yang berada di garis depan KUA. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh petugas memiliki kesiapan kompetensi, pemahaman tugas, serta kemampuan memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Agama.

Lebih lanjut, Muhammad Muslim menekankan bahwa KUA saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan administrasi pernikahan, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan keagamaan yang memiliki peran strategis dalam pembinaan masyarakat. Karena itu, seluruh aparatur KUA harus terus meningkatkan kapasitas diri dan mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Setiap pegawai di Lingkungan Kementerian Agama merupakan representasi institusi di mata masyarakat. Sikap yang ditunjukkan dalam memberikan pelayanan akan sangat menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama secara keseluruhan.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan ini, Kemenag Surabaya berharap seluruh KUA mampu menghadirkan layanan yang semakin berkualitas, profesional, dan berintegritas. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta budaya kerja yang kuat, KUA diharapkan menjadi garda terdepan pelayanan publik yang mampu memberikan manfaat dan kepuasan bagi masyarakat. Harapan kedepannya Kemenag Surabaya berkomitmen terus memperkuat kualitas layanan di seluruh KUA sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat.

