WhatsApp Image 2026-07-07 at 15.04.03

Menanamkan Kepedulian Lingkungan, Kemenag Surabaya Perkuat Gerakan Eco Pesantren

SURABAYA – Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu tantangan yang harus ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Sebagai lembaga yang membentuk karakter, akhlak, dan kepemimpinan generasi bangsa, pesantren memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya hidup bersih, mengelola lingkungan secara berkelanjutan, serta menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari nilai-nilai keislaman dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Sosialisasi Eco Pesantren Kota Surabaya Tahun 2026 dengan tema “Menuju Pesantren Ramah Lingkungan (Eco Pesantren)” yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya bekerjasama dengan Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Surabaya bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran dan komitmen pondok pesantren dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, serta berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

blankblank

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, ia mengajak para pengasuh dan pengelola pondok pesantren untuk melihat isu lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama yang harus menjadi budaya di lingkungan pesantren. Muslim mengajak peserta merefleksikan mengapa pondok pesantren harus menjadi ramah terhadap lingkungan. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter santri yang kelak akan menjadi teladan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, nilai kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari pendidikan yang ditanamkan sejak dini. Muslim menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius adalah pengelolaan sampah di lingkungan pesantren. Budaya membuang sampah sembarangan, kurangnya pemilahan sampah, hingga belum optimalnya pengelolaan limbah harus mulai diubah melalui pembiasaan yang melibatkan seluruh warga pesantren.

 

“Menjaga kebersihan bukan sekadar menciptakan lingkungan yang nyaman, tetapi juga merupakan bagian dari implementasi ajaran Islam. Pesantren harus menjadi contoh bagaimana nilai-nilai agama diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Selain pengelolaan sampah, Muhammad Muslim juga mendorong pondok pesantren untuk memperkuat gerakan penghijauan dengan memperbanyak ruang terbuka hijau, menanam pohon, serta menciptakan lingkungan belajar yang asri dan sehat. Menurutnya, lingkungan yang hijau tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang membentuk karakter santri agar lebih peduli terhadap alam. Konsep Eco Pesantren tidak boleh berhenti sebagai slogan atau kegiatan seremonial semata. Gerakan ini harus menjadi budaya yang diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti menghemat penggunaan air dan listrik, mengurangi sampah plastik sekali pakai, memilah sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

Muhammad Muslim berharap para santri mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat kepedulian lingkungan ke tengah masyarakat. Dengan karakter yang terbentuk sejak berada di pesantren, para santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui penguatan Gerakan Eco Pesantren, Kementerian Agama Kota Surabaya berkomitmen mendorong lahirnya pondok-pondok pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pelopor pelestarian lingkungan. Dengan demikian, pesantren diharapkan mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian bumi demi keberlangsungan kehidupan yang lebih baik.

blank

Read More