Surabaya — Keberagaman agama menjadi kekuatan penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Moderasi beragama tidak hanya diwujudkan melalui pemahaman dan sikap saling menghargai, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memperkuat kebersamaan, kepedulian, serta semangat persatuan di tengah perbedaan.
Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Karya Bakti Waisak yang diselenggarakan oleh Bimbingan Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersama Walubi dan Permabudhi Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang menjadi rangkaian Peringatan Hari Tri Suci Waisak tersebut berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 di Taman Makam Pahlawan Surabaya.

Kegiatan tersebut diisi dengan ziarah bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa. Selain menjadi bagian dari peringatan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebangsaan serta mempererat hubungan lintas agama melalui kegiatan sosial yang penuh makna.
Karya Bakti Waisak turut melibatkan Penyuluh Agama Kota Surabaya yang tergabung dalam Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kota Surabaya. Keterlibatan berbagai unsur keagamaan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga harmoni kehidupan masyarakat.
Kepala KanKemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan arahan mengenai pentingnya menghadirkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, moderasi beragama bukan hanya sebatas konsep atau wacana, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan yang mencerminkan toleransi, penghormatan, serta kepedulian terhadap sesama.
Muslim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang memperlihatkan semangat kebersamaan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, keterlibatan lintas agama dalam kegiatan sosial menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan yang rukun dan damai.
“Moderasi beragama harus kita hadirkan dalam kehidupan nyata. Kebersamaan dalam kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa kita mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman,” tegas Muslim.
Kegiatan Karya Bakti Waisak menjadi salah satu contoh bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan semangat kebangsaan. Penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta keterlibatan berbagai kelompok agama menunjukkan bahwa persatuan dan kepedulian merupakan nilai bersama yang dapat memperkuat kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, Kementerian Agama terus mendorong penguatan moderasi beragama sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang saling menghargai, terbuka, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus tumbuh sebagai fondasi dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

