WhatsApp Image 2026-07-02 at 13.23.57

Penguatan Layanan Rohani di Fasilitas Kesehatan, Kemenag Surabaya Perluas Kolaborasi dengan Rumah Sakit

Surabaya— Pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga membutuhkan dukungan psikologis dan spiritual bagi pasien serta keluarga. Kehadiran layanan rohani di fasilitas kesehatan menjadi bagian dari pendekatan pelayanan yang lebih menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan manusia secara fisik, emosional, dan spiritual.

Upaya memperkuat layanan tersebut terus dikembangkan oleh Kementerian Agama Kota Surabaya melalui kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan. Salah satunya melalui kunjungan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nun Kota Surabaya ke Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya pada 21 April 2026 dalam rangka menjalin kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) terkait peningkatan pelayanan rohaniwan bagi pasien.

Kerja sama terse

blank

but menjadi bagian dari pengembangan layanan keagamaan yang hadir secara langsung di ruang pelayanan publik. Kehadiran rohaniwan di rumah sakit diharapkan dapat memberikan pendampingan spiritual, ketenangan batin, serta dukungan moral bagi pasien dan keluarga, terutama ketika menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan kekuatan mental dan emosional.

Langkah tersebut juga melanjutkan penguatan kolaborasi yang sebelumnya telah dilakukan Kementerian Agama Kota Surabaya bersama Rumah Sakit Mata Undaan. Setelah kerja sama tersebut memberikan dampak positif, sejumlah rumah sakit di Surabaya mulai menunjukkan ketertarikan untuk membangun kolaborasi serupa dalam menghadirkan layanan pendampingan rohani.

Kepala KanKemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menyambut baik perkembangan tersebut dan menilai bahwa kebutuhan terhadap layanan rohani di fasilitas kesehatan semakin menunjukkan urgensinya. Menurutnya, pendampingan spiritual menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan yang lebih humanis dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Muslim menegaskan bahwa kerja sama antara Kementerian Agama dan rumah sakit bukan hanya sebatas hubungan kelembagaan, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran layanan keagamaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Peran rohaniwan diharapkan dapat memberikan penguatan bagi pasien melalui pendampingan yang sesuai dengan nilai agama dan kondisi yang dihadapi.

blank

“Kerja sama ini bukan semata bentuk formalitas kelembagaan, melainkan langkah konkret dalam menghadirkan layanan keagamaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kami melihat adanya kebutuhan nyata akan pendampingan spiritual di rumah sakit,” tegas Muslim.

Penguatan layanan rohani di fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang lebih inklusif. Pendampingan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dukungan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan rasa tenang, harapan, dan penguatan mental bagi pasien maupun keluarga selama menjalani proses perawatan.

Kolaborasi antara Kementerian Agama Kota Surabaya dan fasilitas kesehatan diharapkan terus berkembang sehingga layanan rohani dapat hadir secara lebih luas di berbagai rumah sakit. Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran agama sebagai bagian dari pelayanan masyarakat yang memberikan manfaat nyata.

Melalui perluasan kerja sama tersebut, Kementerian Agama Kota Surabaya berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan pelayanan yang memadukan aspek kesehatan dan spiritual diharapkan mampu mendukung terciptanya pelayanan yang lebih manusiawi, empatik, dan berorientasi pada kemaslahatan.

blank

Read More
WhatsApp Image 2026-07-02 at 13.26.04

Perkuat Layanan Rohani Untuk Kesembuhan Pasien, Rumah Sakit Mata Undaan Bersinergi Dengan Kemenag Surabaya

Surabaya— Pelayanan kesehatan terus berkembang dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual pasien. Dukungan rohani menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang lebih menyeluruh, terutama dalam membantu pasien menghadapi proses pengobatan, tindakan medis, maupun masa pemulihan.

Upaya memperkuat layanan tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya dengan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pelayanan keagamaan atau pendampingan rohani bagi pasien. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kepala KanKemenag Kota Surabaya pada Selasa, 7 April 2026.

blank

Kepala KanKemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menyambut hangat kunjungan Direktur Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya, Sahata P. H. Napitupulu, beserta jajaran pendamping dari Kementerian Agama Kota Surabaya. Kerja sama ini menjadi langkah kolaboratif dalam menghadirkan layanan publik yang memperhatikan kebutuhan masyarakat secara lebih utuh.

Melalui kerja sama tersebut, Kementerian Agama Kota Surabaya akan menyediakan layanan rohaniwan untuk mendampingi pasien di Rumah Sakit Mata Undaan. Pendampingan tersebut mencakup bimbingan rohani bagi pasien, baik ketika menjalani persiapan sebelum tindakan medis maupun dalam proses pemulihan setelah mendapatkan pelayanan kesehatan.

Muhammad Muslim menyampaikan bahwa keberadaan rohaniwan di lingkungan rumah sakit memiliki peran penting dalam memberikan penguatan spiritual kepada pasien. Menurutnya, proses penyembuhan tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga dukungan mental dan ketenangan batin agar pasien mampu menjalani masa perawatan dengan lebih baik.

blank

“Kerja sama ini harus menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat dan masyarakat, sehingga berdampak nyata bagi keberlanjutan dan kualitas hidup pasien,” tegas Muslim.

Muslim menambahkan bahwa layanan pendampingan rohani merupakan bentuk kehadiran Kementerian Agama dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor pelayanan publik. Melalui pendekatan keagamaan yang tepat, rohaniwan diharapkan dapat memberikan motivasi, penguatan mental, serta pendampingan sesuai dengan kondisi dan keyakinan pasien.

Bagi rumah sakit, kehadiran layanan rohani menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan keluarga. Pendampingan spiritual dapat menciptakan suasana perawatan yang lebih humanis, karena pasien tidak hanya mendapatkan perhatian terhadap kondisi fisik, tetapi juga memperoleh dukungan dalam menghadapi tantangan selama proses pengobatan.

Kolaborasi antara Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya dan Kementerian Agama Kota Surabaya menunjukkan pentingnya sinergi antarinstansi dalam membangun pelayanan masyarakat yang lebih komprehensif. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan layanan kesehatan dan kebutuhan spiritual sebagai bagian dari proses pemulihan pasien.

Melalui penguatan layanan rohani di fasilitas kesehatan, Kementerian Agama Kota Surabaya terus mendorong hadirnya pelayanan keagamaan yang adaptif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan layanan publik yang mengedepankan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi pasien.

blank

Read More