Penguatan Layanan Rohani di Fasilitas Kesehatan, Kemenag Surabaya Perluas Kolaborasi dengan Rumah Sakit
Surabayaâ Pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga membutuhkan dukungan psikologis dan spiritual bagi pasien serta keluarga. Kehadiran layanan rohani di fasilitas kesehatan menjadi bagian dari pendekatan pelayanan yang lebih menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan manusia secara fisik, emosional, dan spiritual.
Upaya memperkuat layanan tersebut terus dikembangkan oleh Kementerian Agama Kota Surabaya melalui kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan. Salah satunya melalui kunjungan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nun Kota Surabaya ke Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya pada 21 April 2026 dalam rangka menjalin kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) terkait peningkatan pelayanan rohaniwan bagi pasien.
Kerja sama terse

but menjadi bagian dari pengembangan layanan keagamaan yang hadir secara langsung di ruang pelayanan publik. Kehadiran rohaniwan di rumah sakit diharapkan dapat memberikan pendampingan spiritual, ketenangan batin, serta dukungan moral bagi pasien dan keluarga, terutama ketika menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan kekuatan mental dan emosional.
Langkah tersebut juga melanjutkan penguatan kolaborasi yang sebelumnya telah dilakukan Kementerian Agama Kota Surabaya bersama Rumah Sakit Mata Undaan. Setelah kerja sama tersebut memberikan dampak positif, sejumlah rumah sakit di Surabaya mulai menunjukkan ketertarikan untuk membangun kolaborasi serupa dalam menghadirkan layanan pendampingan rohani.
Kepala KanKemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menyambut baik perkembangan tersebut dan menilai bahwa kebutuhan terhadap layanan rohani di fasilitas kesehatan semakin menunjukkan urgensinya. Menurutnya, pendampingan spiritual menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan yang lebih humanis dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Muslim menegaskan bahwa kerja sama antara Kementerian Agama dan rumah sakit bukan hanya sebatas hubungan kelembagaan, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran layanan keagamaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Peran rohaniwan diharapkan dapat memberikan penguatan bagi pasien melalui pendampingan yang sesuai dengan nilai agama dan kondisi yang dihadapi.

âKerja sama ini bukan semata bentuk formalitas kelembagaan, melainkan langkah konkret dalam menghadirkan layanan keagamaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kami melihat adanya kebutuhan nyata akan pendampingan spiritual di rumah sakit,â tegas Muslim.
Penguatan layanan rohani di fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang lebih inklusif. Pendampingan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dukungan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan rasa tenang, harapan, dan penguatan mental bagi pasien maupun keluarga selama menjalani proses perawatan.
Kolaborasi antara Kementerian Agama Kota Surabaya dan fasilitas kesehatan diharapkan terus berkembang sehingga layanan rohani dapat hadir secara lebih luas di berbagai rumah sakit. Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran agama sebagai bagian dari pelayanan masyarakat yang memberikan manfaat nyata.
Melalui perluasan kerja sama tersebut, Kementerian Agama Kota Surabaya berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan pelayanan yang memadukan aspek kesehatan dan spiritual diharapkan mampu mendukung terciptanya pelayanan yang lebih manusiawi, empatik, dan berorientasi pada kemaslahatan.

