Surabaya— Pelayanan kesehatan terus berkembang dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual pasien. Dukungan rohani menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang lebih menyeluruh, terutama dalam membantu pasien menghadapi proses pengobatan, tindakan medis, maupun masa pemulihan.
Upaya memperkuat layanan tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya dengan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pelayanan keagamaan atau pendampingan rohani bagi pasien. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kepala KanKemenag Kota Surabaya pada Selasa, 7 April 2026.

Kepala KanKemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menyambut hangat kunjungan Direktur Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya, Sahata P. H. Napitupulu, beserta jajaran pendamping dari Kementerian Agama Kota Surabaya. Kerja sama ini menjadi langkah kolaboratif dalam menghadirkan layanan publik yang memperhatikan kebutuhan masyarakat secara lebih utuh.
Melalui kerja sama tersebut, Kementerian Agama Kota Surabaya akan menyediakan layanan rohaniwan untuk mendampingi pasien di Rumah Sakit Mata Undaan. Pendampingan tersebut mencakup bimbingan rohani bagi pasien, baik ketika menjalani persiapan sebelum tindakan medis maupun dalam proses pemulihan setelah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Muhammad Muslim menyampaikan bahwa keberadaan rohaniwan di lingkungan rumah sakit memiliki peran penting dalam memberikan penguatan spiritual kepada pasien. Menurutnya, proses penyembuhan tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga dukungan mental dan ketenangan batin agar pasien mampu menjalani masa perawatan dengan lebih baik.

“Kerja sama ini harus menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat dan masyarakat, sehingga berdampak nyata bagi keberlanjutan dan kualitas hidup pasien,” tegas Muslim.
Muslim menambahkan bahwa layanan pendampingan rohani merupakan bentuk kehadiran Kementerian Agama dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor pelayanan publik. Melalui pendekatan keagamaan yang tepat, rohaniwan diharapkan dapat memberikan motivasi, penguatan mental, serta pendampingan sesuai dengan kondisi dan keyakinan pasien.
Bagi rumah sakit, kehadiran layanan rohani menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan keluarga. Pendampingan spiritual dapat menciptakan suasana perawatan yang lebih humanis, karena pasien tidak hanya mendapatkan perhatian terhadap kondisi fisik, tetapi juga memperoleh dukungan dalam menghadapi tantangan selama proses pengobatan.
Kolaborasi antara Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya dan Kementerian Agama Kota Surabaya menunjukkan pentingnya sinergi antarinstansi dalam membangun pelayanan masyarakat yang lebih komprehensif. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan layanan kesehatan dan kebutuhan spiritual sebagai bagian dari proses pemulihan pasien.
Melalui penguatan layanan rohani di fasilitas kesehatan, Kementerian Agama Kota Surabaya terus mendorong hadirnya pelayanan keagamaan yang adaptif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan layanan publik yang mengedepankan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi pasien.

