Surabaya — Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama. Kehadiran penyuluh agama tidak hanya sebatas menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial yang hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai program pembinaan dan pemberdayaan umat.
Semangat penguatan peran tersebut menjadi bagian dari pelaksanaanHarlah Ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Surabaya yang digelar oleh Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Surabaya pada Selasa, 26 Mei 2026 di Aula Kankemenag Kota Surabaya. Momentum tersebut menjadi ruang penguatan komitmen penyuluh agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan sekaligus memperluas dampak pembinaan masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas kontribusi penyuluh agama dalam mendampingi masyarakat. Penyuluh agama diharapkan mampu hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi keagamaan, memperkuat nilai toleransi, serta membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.

Kepala Kankemenag Kota Surabaya,Muhammad Muslim, turut dan hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi serta rasa bangga atas dedikasi para penyuluh agama yang selama ini terus bergerak memberikan pelayanan keagamaan dan pembinaan kepada masyarakat.
Muslim menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan inovasi pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penyuluh agama tidak hanya menjadi penyampai pesan keagamaan, tetapi juga memiliki peran dalam menciptakan program yang mampu menjawab kebutuhan sosial masyarakat secara langsung.
Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan programKampung Tilawah di setiap kecamatan sesuai dengan wilayah tugas masing-masing penyuluh agama. Program tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan masyarakat dalam meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperluas pembelajaran membaca Al-Qur’an, serta menumbuhkan budaya Qur’ani di tengah masyarakat.
Penguatan Kampung Tilawah juga menjadi bagian dari upaya meneguhkan Surabaya sebagaiKota Tilawah. Melalui keterlibatan aktif penyuluh agama di setiap wilayah, program ini diharapkan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan menjadi gerakan bersama dalam membangun kedekatan umat dengan Al-Qur’an.

“Selain Kampung Tilawah, saya juga mendorong lahirnya inovasi pembinaan masyarakat melalui program Kampung Sakinah yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga, membangun kehidupan sosial yang sehat, serta menghadirkan lingkungan masyarakat yang lebih religius dan penuh kepedulian,” tegas Muslim.
Program Kampung Sakinah menjadi salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk memperkuat keluarga sebagai fondasi utama masyarakat. Penyuluh agama diharapkan dapat memberikan pendampingan dan edukasi agar keluarga mampu membangun hubungan yang harmonis, memiliki ketahanan sosial, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan peran aktif penyuluh agama, Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya berharap Kampung Tilawah dan Kampung Sakinah dapat berkembang di berbagai wilayah. Kedua program tersebut menjadi wujud nyata pembinaan masyarakat yang menggabungkan nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta semangat moderasi beragama.
Melalui momentum Harlah Ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) ini, penyuluh agama diharapkan semakin memperkuat kontribusinya sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat. Dengan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, penyuluh agama menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian.

