SURABAYA – Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan profesionalisme aparatur menjadi salah satu fokus penting Kementerian Agama dalam menghadapi tantangan pelayanan keagamaan yang semakin kompleks. ASN Kementerian Agama dituntut tidak hanya memiliki kompetensi yang baik, tetapi juga integritas, semangat pelayanan, serta kemampuan menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Sebagai upaya memperkuat hal tersebut Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Muhammad Ainul Yaqinmemberikan Pembinaan ASNpada Jumat (19/6/2026) di Aula MAN Kota Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala KUA beserta Penyuluh Agama Islam, Kepala MAN dan MTsN beserta Kepala Tata Usaha dan Wakil Kepala Madrasah, Kepala MIN beserta guru, serta para Pengawas Madrasah dan PAIS se-Kota Surabaya. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Turut hadir mendampingi dan mengawal kegiatan tersebut Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan Muhammad Muslim, Kepala KanKemenag Kota Surabaya.

Dalam arahannya, Muhammad Ainul Yaqin menegaskan bahwa Kementerian Agama membutuhkan SDM yang berkualitas di seluruh lini, mulai dari tingkat pusat hingga jajaran terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi ujung tombak pelayanan Kementerian Agama di tingkat kecamatan.
“Kementerian Agama membutuhkan SDM yang berkualitas dari pusat hingga penyuluh. KUA adalah tulang punggung terbawah yang langsung berhadapan dengan masyarakat dan menjadi wajah pelayanan Kementerian Agama,” ujarnya.
Kualitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh kualitas aparatur yang menjalankannya. Karena itu, ASN Kementerian Agama harus terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain berperan dalam pelayanan administrasi keagamaan KUA memiliki fungsi yang lebih luas sebagai ruang pembinaan dan penguatan kehidupan spiritual masyarakat. KUA harus mampu menjadi tempat yang menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan mendukung terciptanya kerukunan antarumat beragama.

“KUA bukan hanya tempat urusan administrasi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kegiatan spiritual masyarakat dan bagian penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama,” tegasnya.
Ainul Yaqin menambahkan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, moderat, dan saling menghargai perbedaan.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kota Surabaya semakin memperkuat komitmen pengabdian, meningkatkan kualitas pelayanan, serta terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempertegas peran strategis KUA, madrasah, penyuluh agama, dan seluruh ASN Kementerian Agama sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

