Surabaya — Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, peran keluarga semakin menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda. Kesadaran inilah yang terus dikuatkan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya melalui berbagai kegiatan pembinaan yang tidak hanya menyasar aparatur, tetapi juga keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim, saat memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kenjeran pada Rabu (24/06/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim serta peresmian Pengajian Ketua Majelis Taklim Perempuan sebagai bagian dari penguatan fungsi sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Dalam arahannya, Muhammad Muslim menyoroti pentingnya membangun ketahanan keluarga sebagai upaya menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai risiko yang harus diantisipasi bersama oleh para orang tua. Karena itu, keluarga harus hadir sebagai ruang pertama yang memberikan pendidikan, perhatian, pengawasan, dan kasih sayang kepada anak-anak agar mereka tumbuh dengan karakter yang kuat serta mampu memilah pengaruh positif dan negatif dari lingkungan sekitarnya.

“Saya berpesan agar Bapak dan Ibu sekalian senantiasa mendidik, mengawasi, serta membangun komunikasi yang aktif dengan anak-anak. Berikan perhatian dan kasih sayang yang utuh di rumah agar mereka tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif di luar,” tegasnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kedekatan emosional sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial yang kerap menimpa generasi muda. Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus hadir secara emosional dalam setiap fase pertumbuhan anak. Lebih lanjut, Muslim menekankan bahwa pendidikan karakter sesungguhnya dimulai dari lingkungan keluarga. Nilai-nilai keagamaan, akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini agar menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan yang semakin kompleks.
Selain memberikan pembinaan kepada ASN dan anggota DWP, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak yatim. Menurut Muhammad Muslim, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari implementasi nilai-nilai agama yang harus terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.

Muslim berharap kegiatan keagamaan dan sosial seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai sarana memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus memperkokoh ketahanan keluarga dan masyarakat serta menegaskan bahwa KUA memiliki peran yang semakin luas di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai lembaga pelayanan administrasi keagamaan, KUA juga harus mampu menjadi pusat pembinaan keluarga, penguatan moderasi beragama, serta pemberdayaan masyarakat.
“KUA harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya melayani administrasi, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat yang mampu memberikan solusi, pendampingan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Kemenag Surabaya berharap ASN, keluarga besar DWP, serta seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam membentuk generasi yang berakhlak, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. KUA Kecamatan Kenjeran diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan administrasi keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak kegiatan kerohanian, pendidikan keluarga, dan kepedulian sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

