
SURABAYA — Komitmen untuk terus bertransformasi dan meningkatkan mutu pelayanan keagamaan bagi masyarakat mendorong Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat merambah hingga ke Kota Pahlawan. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, jajaran pimpinan, bimas dan madrasah Kemenag Lombok Barat secara resmi melakukan kunjungan studi tiru ke Kantor Kemenag Kota Surabaya guna menggali inovasi, pengalaman, serta best practice tata kelola kelembagaan.
Fokus utama studi tiru kali ini tertuju pada dua pilar vital pelayanan Kementerian Agama, yakni Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dan Seksi Pendidikan Madrasah. Kedua sektor ini dinilai menjadi tolok ukur utama keberhasilan instansi dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif, transparan, dan berbasis digitalisasi di era modern.
Menilik Langsung Inovasi Layanan di KUA Sawahan
Rangkaian agenda studi tiru diawali dengan peninjauan lapangan secara intensif di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sawahan. KUA Sawahan dipilih sebagai titik mula studi lapangan karena reputasinya dalam mengimplementasikan tata kelola administrasi nikah-rujuk yang tertib, modernisasi sarana prasarana, serta integrasi layanan bimbingan perkawinan berbasis komunitas.
Di lokasi tersebut, rombongan Kemenag Lombok Barat mengamati secara cermat alur pelayanan mandiri, manajemen digitalisasi dokumen keagamaan, hingga standar operasional prosedur (SOP) penyuluhan agama yang diterapkan. Sistem manajemen layanan yang efisien dan ramah pengguna di KUA Sawahan mendapat apresiasi tinggi dari para peserta studi tiru.
“Inovasi tata kelola dan sistem digitalisasi pelayanan di KUA Kota Surabaya memberikan gambaran riil bagaimana pelayanan keagamaan dapat diakses secara cepat, transparan, dan akuntabel oleh masyarakat,” ujar salah satu perwakilan rombongan Kemenag Lombok Barat.
Kemenag Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk mengadopsi serta mereplikasi berbagai sistem unggulan tersebut. Langkah adaptasi ini akan disesuaikan dengan kebutuhan lokal di wilayah Lombok Barat demi mendorong percepatan standar kualitas KUA di seluruh kecamatan mereka.

Sinergi Kelembagaan dan Pertukaran Gagasan Strategis
Setelah menuntaskan kegiatan pengamatan di KUA Sawahan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kantor Kemenag Kota Surabaya. Kehadiran delegasi Lombok Barat disambut secara langsung oleh Kepala Kankemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, di ruang kerja dinasnya, dengan didampingi Kepala Seksi Bimas Islam, Muhammad Yahya.
Pertemuan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan. Diskusi interaktif berkembang membahas berbagai tantangan serta peluang tata kelola organisasi instansi pemerintah di sektor keagamaan. Selain pembahasan Bimas Islam, topik akselerasi mutu Pendidikan Madrasah menjadi salah satu fokus diskusi utama.
Dalam sambutannya, Muslim menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kepercayaan Kemenag Kabupaten Lombok Barat yang menjadikan Kemenag Kota Surabaya sebagai rujukan studi tiru. Muslim menegaskan bahwa pertukaran informasi dan pengalaman antar-satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama merupakan langkah vital untuk terus berbenah.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran saudara-saudara kami dari Lombok Barat. Kunjungan ini bukan sekadar studi tiru, melainkan wadah saling belajar dan memperkuat komitmen bersama. Setiap daerah memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri, sehingga kolaborasi seperti ini sangat berharga untuk kemajuan lembaga,” ungkap Muslim.
Membangun Transformatif Pelayanan dan Keberkahan Bersama
Kegiatan studi tiru ini tidak hanya berhenti pada pertukaran gagasan di atas kertas, melainkan menjadi pemantik bagi terbangunnya jejaring komunikasi yang lebih erat antara Kemenag Kota Surabaya dan Kemenag Kabupaten Lombok Barat. Kedua pihak sepakat untuk menjaga konsistensi komunikasi dalam mengawal proses pengadopsian inovasi yang telah dipelajari.
Dengan berakhirnya rangkaian studi tiru dan silaturahmi ini, besar harapan bahwa sinergi yang terjalin mampu memberikan dampak nyata bagi perbaikan kualitas pelayanan publik di kedua wilayah. Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan pembelajaran berkelanjutan adalah kunci utama menghadirkan kemajuan dan keberkahan bagi kemaslahatan umat.
