Surabaya — Upaya memperkuat identitas Surabaya sebagai Kota Tilawah terus digencarkan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya melalui berbagai program penguatan literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan madrasah. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Sertifikasi Munaqisy Program Madrasah Cinta Al-Qur’an (MCQ) yang digelar pada Kamis (07/05/2026) di Aula MAN 1 Kota Surabaya.
Kegiatan yang digelar oleh Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) atas inisiasi Kepala Kankemenag Kota Surabaya tersebut diikuti oleh 129 calon munaqisy yang berasal dari Guru Madrasah, Penyuluh Agama Islam, hingga Guru TPQ se-Kota Surabaya. Pelaksanaan sertifikasi ini bekerja sama dengan Tim Munaqisy dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Timur. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Kemenag Surabaya dalam memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an di madrasah sekaligus memastikan hadirnya tenaga munaqisy yang kompeten dalam mendampingi pembinaan baca tulis dan tahsin Al-Qur’an bagi peserta didik.

Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus digitalisasi, penguatan kedekatan generasi muda terhadap Al-Qur’an dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Madrasah tidak hanya dituntut mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim hadir memberikan arahan menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini, khususnya di lingkungan madrasah. Madrasah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan generasi muda tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dan memahami tahsinul Qur’an, tetapi juga mampu mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak hari ini harus dekat dengan Al-Qur’an, khususnya di lingkungan madrasah. Jangan sampai Al-Qur’an justru terasa asing di kehidupan mereka sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut Muslim menekankan bahwa penguatan literasi Al-Qur’an merupakan tahapan awal dalam membangun kualitas keilmuan keagamaan peserta didik. Setelah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, generasi madrasah juga diharapkan mampu melanjutkan pada penguasaan kitab kuning sebagai bagian dari tradisi keilmuan Islam.
“Ini merupakan tahapan awal yang kemudian akan dilanjutkan dengan anak-anak harus bisa membaca kitab kuning,” tambahnya.
Melalui program Madrasah Cinta Al-Qur’an, Kemenag Surabaya berharap tercipta budaya pendidikan yang semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an, sehingga madrasah mampu melahirkan generasi yang religius, berkarakter, dan memiliki kedalaman spiritual. Selanjutnya penguatan program tilawah, tahsin, dan literasi keagamaan di lingkungan madrasah diharapkan tidak hanya menjadi program formal, tetapi tumbuh menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan peserta didik. Dengan demikian, Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan, tetapi juga sebagai kota religius yang melahirkan generasi Qurani dan berkeadaban.

