Surabaya — Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin beragam, pendekatan dakwah yang damai, ramah, dan menyejukkan dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menjaga harmoni sosial dan kehidupan keagamaan. Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim saat menerima kunjungan Pengurus Majelis Ta’lim DAI (Da’wah Aswaja Indonesia) pada Selasa (05/05/2026) di Ruang Kepala Kankemenag Kota Surabaya.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus penyampaian rencana kegiatan Hari Lahir (Harlah) ke-1 Majelis Ta’lim DAI, sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan kemaslahatan umat. Dalam suasana dialog yang hangat dan penuh keakraban, Muhammad Muslim menyampaikan apresiasi atas peran dakwah yang selama ini dijalankan oleh Majelis Ta’lim DAI. Menurutnya, pendekatan dakwah yang mengedepankan kesejukan dan persaudaraan secara tidak langsung telah membantu Kementerian Agama dalam menjaga kehidupan keagamaan yang harmonis di tengah masyarakat.
Dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah dan penyampaian materi keagamaan semata, tetapi harus mampu hadir secara nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pendekatan dakwah yang ramah, tidak saling menyalahkan, dan jauh dari sikap menghakimi justru akan lebih mudah diterima oleh masyarakat luas, terutama di tengah kondisi sosial yang semakin heterogen.

“Dakwah yang baik adalah dakwah yang menyejukkan, tidak menyudutkan. Jika disampaikan dengan ramah dan menyenangkan, pesan agama akan lebih mudah diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Muslim menekankan bahwa dakwah sejatinya bukan hanya tentang menyampaikan ajaran, tetapi juga tentang menghadirkan keteladanan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks tersebut, keberadaan majelis taklim dan organisasi dakwah dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama dan membangun suasana kehidupan yang damai serta harmonis.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Kementerian Agama dengan berbagai elemen masyarakat dalam menghadirkan dakwah yang membangun, menenangkan, dan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial keagamaan. Kemenag Surabaya terus mendorong lahirnya gerakan dakwah yang inklusif, humanis, dan penuh keteladanan, sehingga nilai-nilai agama dapat hadir sebagai rahmat yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

