Surabaya — Penguatan budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berintegritas terus menjadi perhatian Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui pembinaan pegawai, Kemenag Surabaya menegaskan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN) sebagai garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Pegawai JFU/Jabatan Pelaksana/Staf yang diselenggarakan oleh Unit Kepegawaian Kemenag Kota Surabaya pada Senin (04/05/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai dari seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Surabaya, baik Kantor Urusan Agama (KUA) maupun madrasah se-Kota Surabaya.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas kinerja ASN sekaligus pemberian arahan terkait pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang cepat dan profesional, ASN dituntut tidak hanya mampu bekerja secara administratif, tetapi juga memiliki integritas dan etos kerja yang kuat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim memberikan pembinaan dan menegaskan bahwa kedisiplinan dan integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi teladan dalam memberikan pelayanan yang profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Sebagai ASN Kementerian Agama, kita harus sehat secara spiritual dan harus sehat secara sosial untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kedisiplinan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kinerja yang optimal,” tegasnya.
Muslim menekankan bahwa pelayanan publik yang baik tidak hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan layanan, tetapi juga dari sikap, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam bekerja. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Selanjutnya mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan etos kerja dan menjaga komitmen dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, profesionalisme ASN harus berjalan beriringan dengan penguatan moral dan spiritual agar pelayanan yang diberikan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Kemenag Surabaya berharap tercipta budaya kerja yang semakin disiplin, solid, dan berorientasi pada pelayanan prima. Penguatan karakter ASN dinilai menjadi elemen penting dalam mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan Kementerian Agama dan berkomitmen untuk terus membangun sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi, sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan terpercaya bagi masyarakat.

