SURABAYA — Dalam upaya menguatkan literasi Al-Qur’an dan mencetak generasi muda yang fasih membaca serta memahami kitab suci sejak dini, Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya (Kankemenag Kota Surabaya) secara resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Tilawah Go To School”. Peluncuran perdana program ini dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Surabaya pada Senin, 3 Agustus 2026.
Program “Tilawah Go To School” merupakan wujud sinergi strategis dan kolaborasi nyata antara pihak MIN 1 Kota Surabaya dengan “Kota Tilawah”, sebuah gerakan penguatan pembelajaran Al-Qur’an yang berada langsung di bawah pembinaan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rungkut. Inisiatif ini dirancang untuk menghadirkan metode pengajaran Al-Qur’an yang terstruktur, berkualitas, dan menyenangkan bagi anak-anak usia sekolah dasar/madrasah.

Langkah Awal Ekosistem “Tilawah” Berkelanjutan
Kepala KUA Kecamatan Rungkut, Mohammad Ali, dalam sambutannya menegaskan bahwa peluncuran di MIN 1 Kota Surabaya ini merupakan pijakan awal dari visi yang jauh lebih besar. Menurutnya, program edukasi Al-Qur’an tidak boleh berhenti di tingkatan sekolah dasar saja, melainkan harus menjangkau berbagai lapisan masyarakat modern.
“Program ini merupakan rintisan awal. Ke depan, ekspansi gerakan ini nantinya tidak hanya menyasar institusi sekolah (Tilawah Go To School), melainkan akan dikembangkan secara masif menuju sektor perkantoran melalui ‘Tilawah Go To Office’ serta lingkungan perguruan tinggi lewat ‘Tilawah Go To Campus’. Kita ingin membangun ekosistem masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an di setiap lini kehidupan,” ujar Ali.

Seleksi Ketat dan Instruksi Pengajaran Berkualitas
Kepala Kankemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kolaborasi lintas lembaga ini. Dalam kesempatan tersebut, Muslim secara khusus memberikan ucapan selamat kepada 36 guru Al-Qur’an yang berhasil lolos proses seleksi terbuka (open recruitment) yang sangat ketat.
Dari total 36 pendidik yang dinyatakan lulus seleksi, sebanyak 5 guru terbaik terpilih untuk menerapkan keahliannya secara langsung sebagai tim pengajar utama dalam program rintisan “Tilawah Go To School” di MIN 1 Kota Surabaya.
Dalam arahannya, Muslim menginstruksikan kepada para pendidik terpilih agar mendedikasikan kemampuan terbaik mereka dalam membimbing para siswa. “Pengajaran Al-Qur’an bukan sekadar mentransfer cara membaca, tetapi membangun karakter dan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an. Berikan bimbingan terbaik, gunakan pendekatan yang ramah anak, dan pastikan kualitas tajwid serta fashohah siswa terbangun dengan kokoh,” tegas Muslim.

Dorong Standarisasi Metode dan Penulisan Buku Ajar
Guna memastikan mutu pengajaran yang konsisten dan terukur, Muhammad Muslim juga mendorong pembentukan Tim Buku Metode Pengajaran Al-Qur’an. Tim khusus ini diharapkan dapat menyusun panduan, kurikulum, serta standarisasi materi pembimbingan yang baku sehingga dapat diterapkan secara merata dan berkelanjutan.
Langkah ini diambil agar program “Tilawah Go To School” memiliki fondasi metodologi yang kuat dan terpercaya. Muslim berharap terobosan dari KUA Kec. Rungkut dan MIN 1 Kota Surabaya ini dapat berjalan sukses, berdampak luas, serta menjadi benchmark atau percontohan yang diadaptasi oleh madrasah-madrasah dan sekolah lainnya di seluruh penjuru Kota Surabaya.

Penandatanganan MoU dan Visitasi Kelas
Prosesi peresmian program ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk program “Tilawah Go To School” antara Pihak MIN 1 Kota Surabaya dan KUA Kecamatan Rungkut. Penandatanganan ini menjadi payung hukum resmi bagi kedua belah pihak dalam mengoperasionalkan kegiatan pembelajaran.
Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan kegiatan visitasi ke kelas-kelas. Muslim, didampingi Kepala MIN 1 Kota Surabaya, dan Kepala KUA Kec. Rungkut, meninjau langsung suasana kelas-kelas di MIN 1 Kota Surabaya yang sedang melaksanakan kegiatan pengajaran Al-Qur’an. Muslim berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru pengajar untuk memastikan proses belajar-mengajar perdana tersebut berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme.

