Surabaya — Regenerasi kepemimpinan di lingkungan madrasah merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas tata kelola pendidikan sekaligus menghadirkan semangat baru untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Melalui penyegaran kepemimpinan, diharapkan setiap satuan pendidikan mampu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta menghadirkan inovasi yang berdampak bagi kemajuan madrasah.
Hal tersebut ditandai dengan pelantikan Guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Madrasah serta pelantikan Jabatan Fungsional Penghulu dan Penyuluh Agama yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (13/07/2026).

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Agus Yulianto, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Subbagian Tata Usaha, Fatkhul Mubin, mengikuti prosesi pelantikan dari Ruang Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kota Surabaya.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar. Dalam kesempatan tersebut, dua pegawai Kementerian Agama Kota Surabaya resmi mendapatkan amanah baru sebagai kepala madrasah negeri.
Kusdi resmi dilantik sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kota Surabaya, sedangkan Yudha Kurniawan dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan bahwa setiap rotasi maupun promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan memperkuat kualitas pelayanan serta meningkatkan kinerja lembaga. Oleh karena itu, pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal.

Menurutnya, proses adaptasi yang cepat akan mempermudah pemimpin baru dalam memahami karakteristik satuan kerja, membangun komunikasi dengan seluruh warga madrasah, serta melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Baik pejabat yang mendapatkan rotasi maupun promosi harus mampu membawa energi baru dan perubahan yang jauh lebih baik bagi kemajuan satuan kerja yang dipimpin,” tegas Bahtiar.
Ia juga mengingatkan bahwa kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai motor penggerak kemajuan lembaga pendidikan. Seorang kepala madrasah tidak hanya bertanggung jawab terhadap aspek administratif, tetapi juga dituntut mampu membangun budaya kerja yang profesional, meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang inovatif dan berprestasi.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan madrasah negeri Kota Surabaya. Dengan hadirnya pemimpin baru, diharapkan lahir berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta membawa madrasah semakin maju, adaptif, dan berdaya saing.
Kementerian Agama Kota Surabaya juga berharap para kepala madrasah yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab sehingga mampu mewujudkan madrasah yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
