Surabaya–Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Wiyung Kota Surabaya berkolaborasi dengan para stakeholder kecamatan Wiyung menggelar kegiatan Ngaji Bareng di Balai RW pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 09.30–10.30 WIB sebagai upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Masyarakat kecamatan Wiyung dan sejalan dengan komitmen Kantor Kementerian Agama dalam meneguhkan dan menegaskan Surabaya sebagai Kota Tilawah.
Kegiatan Ngaji Bareng diikuti oleh para Kader Surabaya Hebat (KSH) yang secara aktif mengikuti pembelajaran Tilawati Dewasa. Melalui program ini, para peserta mendapatkan pendampingan dan bimbingan dalam mengenal huruf hijaiyah, memperbaiki bacaan, serta memahami dasar-dasar tajwid agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Ali Yusup, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Wiyung menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah, Masyarakat, dan KUA khususnya penyuluh agama islam dalam membumikan Al-Qur’an di kalangan masyarakat. Selain bertujuan memberantas buta aksara Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan keagamaan yang dapat memperkuat karakter dan spiritualitas para kader.

Suasana pembelajaran berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan tekun, saling membantu dalam proses belajar, serta aktif berlatih membaca Al-Qur’an di bawah bimbingan penyuluh agama.
Kegiatan Ngaji Bareng mendapat apresiasi dari para peserta karena memberikan kesempatan untuk belajar Al-Qur’an secara rutin dan terarah. Kehadiran program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an para Kader Surabaya Hebat sehingga mereka dapat menjadi contoh dan motivator di lingkungan masing-masing.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara Penyuluh Agama Islam Kecamatan Wiyung dan Pemerintah Kota Surabaya, program Ngaji Bareng diharapkan mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang semakin baik. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan nilai-nilai keagamaan.

