SURABAYA – Kementerian Agama Kota Surabaya memperluas pelayanan keagamaan hingga ke rumah sakit. Melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dengan empat rumah sakit di Kota Surabaya, Kemenag mendorong hadirnya pendampingan rohaniawan bagi pasien yang membutuhkan penguatan spiritual selama menjalani perawatan, Rabu (9/9/2026) di Aula Kankemenag Kota Surabaya.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur empat rumah sakit di Kota Surabaya, yakni Rumah Sakit Gigi dan Mata (RSGM) Nala Husada, RSI Jemursari, RS Wiyung Sejahtera, dan RS Darussyifa. Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperluas pelayanan keagamaan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan yang lebih menyeluruh bagi pasien dan keluarga.
Kepala Kankemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menegaskan bahwa kondisi sakit tidak jarang menimbulkan kecemasan dan tekanan batin sehingga kebutuhan spiritual perlu mendapat perhatian. Menurutnya, pelayanan di rumah sakit perlu memandang pasien secara utuh dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan sekaligus kebutuhan ketenangan selama menjalani proses pengobatan. “Pelayanan di rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan penanganan kondisi fisik pasien. Di tengah proses pengobatan, kebutuhan spiritual dan ketenangan batin juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian,” tegas Muslim.
Dalam konteks tersebut, keberadaan rohaniawan memiliki peran strategis untuk memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan keagamaan pasien. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan penguatan dan membantu pasien menghadapi masa perawatan dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati. Bagi Kemenag Surabaya, pelayanan keagamaan perlu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk ketika seseorang sedang menghadapi ujian kesehatan.
Muslim berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan. Rumah sakit memiliki peran dalam penanganan kesehatan, sementara Kementerian Agama dapat memperkuat aspek pembinaan dan pendampingan spiritual.
“Semoga kerja sama ini menjadi awal dari sinergi yang semakin kuat antara Kemenag Surabaya dan rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Muslim.
Melalui kerja sama ini, Kemenag Surabaya terus memperluas ruang pengabdian sekaligus menghadirkan pelayanan yang semakin humanis. Sinergi antara pelayanan kesehatan dan pendampingan keagamaan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sehingga pasien tidak hanya mendapatkan perawatan bagi tubuh, tetapi juga dukungan bagi ketenangan hati dalam menjalani proses penyembuhan.

