Surabaya — Pendidikan pada jenjang anak usia dini menjadi tahapan penting dalam membangun fondasi perkembangan anak, baik dari sisi karakter, kemampuan sosial, maupun potensi akademiknya. Masa awal pertumbuhan menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan, sehingga keberadaan layanan pendidikan yang berkualitas dan inklusif menjadi kebutuhan penting dalam menciptakan generasi masa depan yang unggul.
Upaya memperkuat layanan pendidikan tersebut diwujudkan melalui peresmian tigaPAUD Negeri di Kota Surabaya yang berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 di HalamanTK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan Surabaya. Tiga lembaga yang resmi diperkenalkan tersebut yakniTK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, PAUD Negeri Seruni Sidotopo,dan PPT Seruni Nambangan.

Peresmian dilakukan olehEri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, bersama Bunda PAUD Kota Surabaya sebagai bentuk komitmen dalam memperluas pemerataan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak. Kehadiran lembaga pendidikan baru ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang nyaman, aman, serta mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal.
Konsep pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan keterbukaan akses belajar, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menerima keberagaman karakter dan kebutuhan setiap anak. Melalui pendekatan tersebut, setiap peserta didik diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang, berpartisipasi, dan memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Pendidikan usia dini memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan positif dan nilai karakter anak. Selain memberikan stimulasi terhadap kemampuan berpikir dan kreativitas, pendidikan pada tahap ini juga menjadi sarana awal dalam membangun sikap percaya diri, kepedulian, kedisiplinan, serta kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Peresmian tiga PAUD Negeri tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Kota Surabaya. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan anak-anak yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki karakter kuat, nilai sosial, serta kemampuan menghargai perbedaan.
Penguatan pendidikan inklusif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat berjalan secara maksimal. Sinergi antara Pemerintah Kota Surabaya dan KanKemenag Kota Surabaya menjadi bagian dari kolaborasi dalam menciptakan layanan pendidikan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Kepala KanKankemenag Kota Surabaya,Muhammad Muslim, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini. Kehadiran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya menunjukkan komitmen dalam mendorong pendidikan yang tidak hanya memperhatikan aspek pengetahuan, tetapi juga penguatan karakter, nilai moral, dan sikap toleransi.
Muslim menilai bahwa pembentukan karakter anak perlu dimulai sejak usia dini melalui lingkungan pendidikan yang mampu memberikan teladan dan pembiasaan positif. Pendidikan yang dibangun dengan nilai-nilai kebaikan akan menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi perkembangan zaman.
Selain menjadi ruang pembelajaran, pendidikan inklusif juga berperan dalam membangun budaya saling menghargai di tengah masyarakat. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang terbuka akan lebih mudah memahami pentingnya kebersamaan, empati, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Melalui penguatan layanan PAUD Negeri, Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang ramah anak dan berorientasi pada perkembangan secara menyeluruh. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya mendukung langkah kolaboratif tersebut sebagai bagian dari upaya mencetak generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, toleran, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

