Surabaya — Penanaman nilai-nilai moderasi beragama perlu dilakukan sejak dini sebagai bekal bagi generasi muda dalam menghadapi kehidupan masyarakat yang majemuk. Melalui pendidikan yang mengedepankan toleransi, saling menghormati, dan sikap menghargai perbedaan, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MTsN 2 Kota Surabaya yang menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Fatkhul Mubin, sebagai narasumber pada Selasa (14/07/2026). Kehadirannya disambut antusias oleh ratusan peserta didik baru yang mengikuti rangkaian pengenalan lingkungan madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, Fatkhul Mubin memperkenalkan konsep moderasi beragama sebagai salah satu nilai penting yang harus dipahami dan diamalkan oleh setiap peserta didik sejak awal memasuki lingkungan madrasah. Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama sehingga sikap saling menghormati menjadi modal utama dalam menjaga persatuan dan kerukunan.
Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, melainkan menjalankan ajaran agama dengan tetap menghormati hak orang lain untuk memeluk dan menjalankan keyakinannya masing-masing. Nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh toleransi di tengah masyarakat.
Fatkhul Mubin menambahkan, madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, akhlak, dan wawasan kebangsaan bagi peserta didik.
Suasana penyampaian materi berlangsung hangat ketika Mubin membuka sesi dialog interaktif bersama para siswa baru. Ia mengajak para peserta berbagi pengalaman, kesan pertama, serta proses adaptasi mereka selama mengikuti kegiatan MATAMUDA. Interaksi yang cair tersebut membuat para siswa lebih berani menyampaikan pendapat sekaligus memahami pentingnya membangun hubungan yang baik dengan teman maupun guru.
Dalam dialog tersebut, Mubin memberikan motivasi agar para siswa mampu menjadi Generasi Alpha yang cerdas, berkarakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generasi masa depan harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana tanpa kehilangan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan.

“Jadilah generasi yang mampu menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menghadirkan kedamaian di mana pun kalian berada. Moderasi beragama harus dimulai dari sikap saling menghargai sejak di lingkungan madrasah,” pesan Fatkhul Mubin.
Melalui pendekatan yang hangat dan humanis tersebut, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama dapat tertanam kuat dalam diri setiap peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki madrasah. Dengan demikian, MTsN 2 Kota Surabaya tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter yang mampu melahirkan generasi religius, toleran, cinta tanah air, serta siap hidup berdampingan dalam keberagaman menuju Indonesia yang rukun dan harmonis.

