Surabaya— Membentuk generasi Qurani menjadi salah satu komitmen yang terus diperkuat oleh KanKemenag Kota Surabaya melalui pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan madrasah. Hafalan Al-Qur’an tidak hanya dipandang sebagai kemampuan menjaga ingatan terhadap ayat-ayat suci, tetapi juga menjadi proses panjang dalam membangun karakter, kedisiplinan, ketekunan, serta akhlak generasi muda.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatanMunaqosyah dan Uji Publik Tahfizh Al-Qur’an yang diselenggarakan olehMadrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Kota Surabaya pada Selasa, 26 Mei 2026 bertempat di Gedung Mekar Semanggi Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memperkuat budaya mencintai, membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan peserta didik yang memiliki fondasi keagamaan yang kuat.

Munaqosyah dan uji publik tahfizh menjadi momentum penting untuk memberikan ruang apresiasi terhadap perjuangan para siswa dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Pada jenjang Madrasah Tsanawiyah, sejumlah siswa berhasil mencapai hafalan hingga16 juz, sebuah capaian yang menunjukkan komitmen, kesungguhan, serta proses pembelajaran yang dilakukan secara konsisten.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran sinergis antara madrasah, guru, orang tua, dan lingkungan pendidikan yang terus memberikan dukungan kepada para siswa. Proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan kedisiplinan, manajemen waktu, serta pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga menjadi latihan penting dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an di madrasah tidak berhenti pada aspek hafalan semata. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an diharapkan mampu membentuk cara berpikir, sikap, dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala KanKankemenag Kota Surabaya,Muhammad Muslim, hadir memberikan apresiasi dan motivasi kepada para siswa. Ia menyampaikan bahwa kemampuan menghafal Al-Qur’an di usia muda merupakan nikmat sekaligus amanah besar yang harus dijaga dan dikembangkan.
Menurut Muslim, capaian hafalan yang diraih para siswa merupakan bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan karakter yang kuat.

“Saya bangga dengan capaian anak-anak kita. Ini bukan hal yang mudah, apalagi ada yang sudah mencapai hafalan hingga 16 juz. Ini prestasi yang sangat luar biasa,” ujar Muslim.
Muslim menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki tanggung jawab untuk menjaga hafalan sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hafalan tersebut diharapkan menjadi bekal yang memberikan arah positif bagi perjalanan hidup para siswa serta menjadi sumber keberkahan bagi lingkungan sekitar.
Pendidikan tahfizh di madrasah menjadi salah satu bentuk investasi dalam mempersiapkan generasi masa depan yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan. Generasi yang dekat dengan Al-Qur’an diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai moral, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan Munaqosyah dan Uji Publik Tahfizh Al-Qur’an, MTsN 4 Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an. Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah Kemenag Surabaya dalam memperluas gerakan cinta Al-Qur’an dan meneguhkan Surabaya sebagaiKota Tilawah.
Dengan lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an dari lingkungan madrasah, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya terjaga dalam hafalan, tetapi juga hadir dalam sikap, perilaku, dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta masa depan bangsa.

