Surabaya— Penguatan kualitas pendidikan madrasah terus menjadi perhatian dalam menghadirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik tetapi juga pemahaman keagamaan yang kuat. Perkembangan madrasah saat ini tidak hanya diarahkan pada pemenuhan standar pendidikan, tetapi juga pada upaya membangun karakter peserta didik yang memiliki kedalaman ilmu agama serta mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.
Komitmen tersebut diwujudkan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya melalui kegiatan Uji Publik Baca Kitab Kuning yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 bertempat di Aula MAN Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat tradisi keilmuan Islam sekaligus mengukur kemampuan peserta didik dalam membaca dan memahami literatur keagamaan klasik.

Uji Publik Baca Kitab Kuning tersebut diikuti oleh peserta didik pilihan yang telah dipersiapkan untuk mencapai standar kompetensi keagamaan yang lebih tinggi. Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya membangun kemampuan peserta didik dalam memahami khazanah keilmuan Islam yang selama ini menjadi salah satu ciri khas pendidikan berbasis pesantren.
Kepala KanKemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, turut dan hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan arahan terkait arah pengembangan madrasah ke depan. Menurutnya, madrasah harus melakukan peningkatan kualitas agar mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki penguasaan ilmu keagamaan yang kuat.
Muslim menegaskan bahwa transformasi madrasah saat ini tidak cukup hanya berfokus pada aspek administratif, melainkan harus mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang memiliki nilai tambah. Penguatan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning menjadi salah satu bagian dari upaya menghadirkan lulusan madrasah yang memiliki kapasitas keilmuan sebagaimana tradisi pendidikan pesantren.

“Madrasah harus naik kelas. Lulusan MAN ke depan harus mampu bersaing, bahkan setara dengan lulusan pesantren dalam penguasaan ilmu keagamaan,” tegas Muslim.
Menurut Muslim, penguatan kompetensi dasar keagamaan menjadi salah satu program prioritas yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan madrasah. Kepala madrasah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan program tersebut berjalan secara optimal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi agar tujuan peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai.
Tradisi membaca kitab kuning memiliki peran penting dalam membangun kemampuan literasi keagamaan peserta didik. Tidak hanya melatih kemampuan memahami teks-teks keislaman, pembelajaran kitab kuning juga membentuk cara berpikir yang mendalam, kritis, serta memperkuat pemahaman agama yang moderat dan kontekstual.
Penguatan budaya keilmuan berbasis pesantren di lingkungan madrasah menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, wawasan keagamaan, dan karakter. Peserta didik diharapkan mampu membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial serta menjadi lulusan yang memiliki kontribusi positif di tengah masyarakat.
Melalui pengembangan program seperti Uji Publik Baca Kitab Kuning, MAN Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang memadukan keunggulan akademik dan tradisi keilmuan Islam. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama Kota Surabaya dalam mendorong lahirnya generasi madrasah yang berilmu, berkarakter, dan memiliki daya saing.

