Surabaya — Penguatan kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat terus menjadi perhatian serius Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya. Melalui sinergi lintas sektoral bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya, berbagai langkah strategis didorong untuk memperkuat moderasi beragama hingga ke level akar rumput.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan FKUB Kota Surabaya ke Kantor Kemenag Kota Surabaya pada Kamis (23/04/2026), yang berlangsung di Ruang Kerja Kepala Kemenag Kota Surabaya. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga dan memperkuat harmoni sosial di Kota Surabaya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muhammad Muslim, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa penguatan kerukunan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam gerakan kolektif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Menurutnya, peran FKUB sangat strategis dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya toleransi dan hidup berdampingan secara harmonis di tengah perbedaan.
Lebih lanjut, ia mendorong keterlibatan aktif FKUB dalam pembinaan madrasah, khususnya dalam penguatan nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi pendidikan karakter. Upaya ini dinilai penting untuk menanamkan sikap toleransi, saling menghargai, dan keterbukaan sejak dini kepada generasi muda.
Selain itu, ia juga mengusulkan adanya supervisi bersama ke rumah-rumah ibadah sebagai bentuk penguatan komunikasi lintas agama. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengawasan, tetapi juga ruang dialog yang konstruktif dalam membangun kepercayaan antarumat beragama.

Dalam konteks yang lebih luas, sinergi ini juga diarahkan untuk mendukung pembentukan dan penguatan Kampung Pancasila sebagai representasi nyata kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama. Kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa kerukunan adalah kebutuhan dan tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Melalui kolaborasi ini, Kemenag Kota Surabaya bersama FKUB berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkokoh persatuan. Ke depan, penguatan moderasi beragama diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan langkah tersebut, Surabaya diharapkan semakin kokoh sebagai kota yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga harmonis dalam keberagaman, serta menjadi contoh dalam pengelolaan kerukunan umat beragama di tingkat nasional.

