Keluarga Sakinah Tumbuh dari Komunikasi dan Keteladanan Orang Tua
Surabaya â Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya unsur pelaksana Kantor Urusan Agama Kecamatan Rungkut menggelar kegiatan pembinaan anggota pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di Balai Nikah KUA Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota DWP dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya memperkuat peran organisasi perempuan dalam mendukung tugas-tugas sosial kemasyarakatan, khususnya dalam bidang ketahanan keluarga. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman anggota mengenai pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi yang berkualitas di tengah tantangan sosial dan perkembangan zaman.

Kepala KanKemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak sekaligus penentu kualitas generasi di masa depan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan dan pola asuh dalam lingkungan keluarga.
Muslim juga menekankan bahwa membangun keluarga yang sakinah tidak dapat hanya bertumpu pada pemenuhan kebutuhan materi. Lebih dari itu, diperlukan komunikasi yang efektif, keterbukaan antaranggota keluarga, serta keteladanan yang konsisten dari orang tua. Ia menilai bahwa keharmonisan keluarga sangat ditentukan oleh kemampuan orang tua dalam menciptakan suasana rumah yang penuh kasih sayang, kedisiplinan, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat.

âOrang tua wajib menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Apa yang dilihat dan didengar anak di rumah akan sangat memengaruhi karakter dan perilaku mereka di masa depan,â tegas Muslim.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan keluarga di era modern semakin kompleks, terutama dengan hadirnya teknologi digital dan arus informasi yang tidak terbendung. Kondisi ini menuntut orang tua untuk lebih adaptif sekaligus tetap konsisten dalam memberikan pendampingan kepada anak, agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merusak karakter.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran ibu dalam keluarga sebagai pendidik pertama bagi anak. Peran tersebut dinilai sangat strategis dalam membentuk kepribadian, kedisiplinan, serta nilai moral anak sejak usia dini. Oleh karena itu, penguatan kapasitas perempuan dalam keluarga menjadi salah satu kunci dalam membangun ketahanan sosial di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan para anggota dapat semakin memahami peran strategisnya dalam membangun keluarga yang harmonis, sekaligus mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

